Padepokan 54

Sejarah Tulungagung

Posted on: Mei 24, 2008

Peta Tulungagung

Etimologi

Awalnya, Tulungagung hanya merupakan daerah kecil yang terletak di sekitar tempat yang saat ini merupakan pusat kota (alun-alun). Tempat tersebut dinamakan Tulungagung karena merupakan sumber air yang besar – dalam bahasa Kawi, tulung berarti mata air, dan agung berarti besar -. Daerah yang lebih luas disebut Ngrowo. Nama Ngrowo masih dipakai sampai sekitar awal abad XX, ketika terjadi perpindahan pusat ibu kota dari Kalangbret ke Tulungagung.

[sunting] Sejarah

Pada tahun 1205 M, masyarakat Thani Lawadan di selatan Tulungagung, mendapatkan penghargaan dari Raja Daha terakhir, Kertajaya, atas kesetiaan mereka kepada Raja Kertajaya ketika terjadi serangan musuh dari timur Daha. Penghargaan tersebut tercatat dalam Prasasti Lawadan dengan candra sengkala “Sukra Suklapaksa Mangga Siramasa” yang menunjuk tanggal 18 November 1205 M. Tanggal keluarnya prasasti tersebut akhirnya dijadikan sebagai hari jadi Kabupaten Tulungagung sejak tahun 2003.

Di Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, terdapat Candi Gayatri. Candi ini adalah tempat untuk mencandikan Gayatri (Sri Rajapatni), istri keempat Raja Majapahit yang pertama, Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana), dan merupakan ibu dari Ratu Majapahit ketiga, Sri Gitarja (Tribhuwanatunggadewi), sekaligus nenek dari Hayam Wuruk (Rajasanegara), raja yang memerintah Kerajaan Majapahit di masa keemasannya. Nama Boyolangu itu sendiri tercantum dalam Kitab Nagarakertagama yang menyebutkan nama Bayalangu/Bhayalango (bhaya = bahaya, alang = penghalang) sebagai tempat untuk menyucikan beliau. Berikut ini adalah kutipan Kitab Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca dan telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia:

Prajnyaparamitapuri itulah nama candi makam yang dibangun
Arca Sri Padukapatni diberkati oleh Sang Pendeta Jnyanawidi
Telah lanjut usia, paham akan tantra, menghimpun ilmu agama
Laksana titisan Empu Barada, menggembirakan hati Baginda
(Pupuh LXIX, Bait 1)

Di Bayalangu akan dibangun pula candi makam Sri Rajapatni
Pendeta Jnyanawidi lagi yang ditugaskan memberkati tanahnya
Rencananya telah disetujui oleh sang menteri demung Boja
Wisesapura namanya, jika candi sudah sempurna dibangun
(Pupuh LXIX, Bait 2)

Makam rani: Kamal Padak, Segala, Simping
Sri Ranggapura serta candi Budi Kuncir
Bangunan baru Prajnyaparamitapuri
Di Bayalangu yang baru saja dibangun
(Pupuh LXXIV, Bait 1)

taken from wikipedia

18 Tanggapan to "Sejarah Tulungagung"

Terima Kasih, telah dapat membaca sejarah Tulungagung

suamiku tercinta ditulung agung

saya sendiri orang Tulungagung baru tahu sejarah kota kelahiran setelah baca tulisan diatas, trimakasih sekarang saya tahu sejarah singkat kota tercinta

ternyata tulungagung ada sejarahnya juga ya…..!!!!

Minta maaf ya Tulungagung,aku lahir disana tapi aku tidak mengenal dekat kamu,ampun yo!!!!

terima kasih, kajian saya tentang batik Gajah Mada di Tulungagung dilengkapai dengan pupuh Empu Prapanca yang telah di tulis dalam sejarah Tulungagung. Sementara dulu saya suka menonton Ketoprak Siswobudoyo, dan tahun 1985 saya telah berdiskusi dengan beliau tentang Batik Gajah Mada. Dengan informasi ini memberikan penguatan bagi saya dalam mengkaitkan batik dengan patih Gajah Mada, di zama Majapahit

Saya orang Tulungagung tp blum pham Sejarahnya..
terimakasih Pandepokan 54 yang telah menjabarkan Sejarahnya..
di tambah donk tentang Pusaka / sejarah Tulungagung yang lainnya..

makasih infonya – sy sbg orang yg di lahirkan di t. agung sangat bangga dg kota kelahiran walau skrg sy tinggal di tempat lain. Semoga infonya makin ditambah lagi .

Saya orang Tulung Agung keturunan dari Bapak

tetapi belum tahu persis mengenai Tulung Agung

terima kasih Padepokan 54.atas infonya

dan ditunggu info infi lainya mengenai Tulung Agung

always the best Tulung Agung city

Kotanya dingin and ramah orangya……….

the dream city come true 4 nice couple

tulungagunglovers

i love tulungagung….

Ho.ho. Jadi bgono.

saya kelahiran asli kota yang terkenal dengan banjirnya waktu saya masih sd dan smp, saya rindu ingin reunian dengan teman teman saya di smp i negeri tahun keluaran 1975, oke kalo ada temanku yang membaca kontak saya di bandung dengan nomer hp. 081326521122, matur suwun

trimaksh bisa mengetaui sejarah Tulungagung,salam Kesejahteraan kanggo wong Tulunagung,,

Tulungagung dgn banjir langganan th 80an aku jadi bisa renang, n sekarang bebas banjir di desa asalku berkat pertolongan ALLOH, setelah selesainya parit besar NEYAMA, kota penuh kenangan….aku tetap bangga walau skrg tdk lagi tinggal disana…..

Membaca sejarah Tulungagung, membawa saya kembali ke masa kecil sampai SMA.Sosial masyarakat yang guyub rukun, tepo seliro, aman tentrem dan masih banyak lagi tatanan kehidupan agung lainnya menjadikan kota ini semakin maju saja.Matur nuwun padepokan 54

tulungagung sebagai kota yang ayem,tenterm,masyarakat yang sopan santun guyub rukun teposliro yang luar biasa,pesan sebagai masyarakat tulungagung tolong dijaga kota kita supya menjadi kota yang di contoh banyak kota

akk memang g’ lhir d Tulungagung, tp sjak akk msih bayi merah n smpai akk lulus smA, akk tnggal d Tulungagung. banyak cerita, kenangan n ilmu yg akk dpt d kota ini. terima kasih kpd semua pihak yg mnulis artiket sejarah Tulungagung. akk bsa lbih tau sjarah kota yg tlah mmbri ku bnyak” cerita, kenangan n ilmu. is the best n save my heart Tulungaagung city….

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

sponsor




Blog ini telah dikunjungi sebanyak

  • 19,462 kali
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: